Sunday, May 4, 2014

MELEWATI HUJAN 1434H






Pada sebarisan hujan
Kita masuki cakrawala dengan payung terbuka
Dilewat lembayung senja
Terpaan angin meninggalkan jejak dingin di dada
Lalu engkau menggigil hiba di jantungku
Menusuk-nusuk ke perdu jiwa

Jutaan titis-titis air berterbangan adalah tangis lara yang bebas dari kesedihan
Seperti bunga-bunga yang terlerai dari jambangan
Sekali-sekala mengisi hatimu yang hiba
Mengubah rintihmu jadi ria tawa

Rintik merdu sebutir hujan bergantungan di hujung payung
Seukir kilauan sesafir cahaya yang tersimpan
Menemani kita memasuki kelambu hujan
Airmatamu adalah rindu
Airmatamu adalah salju perdu

Dan waktu kian terdesak
Terasa sesingkat di rembang nan lewat
Saat benderang lampu-lampu
Dan hujan berpamitan di ambang senja
Perlahan-lahan menutupi rasa kita dengan tenang

-R$B-
MOSTI Putrajaya;
20 Ogos 2013 / 13 Syawal 1434H - 11.43 a.m.

MOSTI

Cinta Kamu Itu Racun



Menyintai kamu adalah hubungan azali yang sentiasa penuh dengan rahsia dan misteriusnya.

Cinta kamu bukan hanya sebagai koleksi rasa, cinta kamu yang begitu indah terjadi untukku adalah sebagai pelengkap jiwa, kamu adalah racun berbisa nan menusuk tepat ke jantung, mengalir ke setiap saraf fikiran, dan menghuni tetap di dasar hati.

Ya cinta kamu juga serum untuk apa yang aku istilahkan sebagai racun depresi.

Biar perlahan cinta kamu kutelan, asal racunnya menyerap dengan pantas dan membunuh aku tanpa sedar.
-RsB-
Putrajaya, MOSTI
5.03 petang; 2 Mei 2014 - Jumaat


Wednesday, April 3, 2013

Sepohon Doa


Sepohon Doa  

 


...sabarlah duhai hati, tika nafas berombak resah, tenangilah jiwa damai, bukan keluh kesah tidak beerti...

 

...Tuhanku sang empunya jiwa, tiada dayaku, tidak berdaya, kurniailah iman dihatiku nan lemah, untuk tidak aku menjadi hina bila tiba di depanMU nan Mulia...

 

...Ya Rabbi yang empunya sempurna, indahilah cebis-cebis langkah akhir ini, untuk ku tiba di destinasi, tanpa rasa apa-apa, damai menutupi dunia dengan Redha...

 

-RsB-

4 April 13

Monday, October 15, 2012

MELAYARI MIMPI DI PARLIMEN (versi Akhir)



Di sini

Kumendakap mimpi bersulam patah janji indah

Menanti harap serpihan lunak bahasa dari sergah harapan

Dan cermin impian yang kian berantakan


Lantas

Mau mimpi apa sebenarnya kita?

Sedang penantian panjang kian melelahkan


Bagai diratah dari setiap penjuru arah

Antara kuntum pilu dan raung amarah

Segalanya akan tercatat di bidai waktu

Membadai keras watikah usang yang semakin meniti usia

Sedang janji hanya deras menghambat sengketa

Jergah pula nyata kebencian semata

Tutur kata tanpa segan adalah cemuhan percuma


Aku yang terjaga dari lena

Sempat mengutip makna dari tinta-tinta hidup

Menjadi perenung dan pencatit setia

'Pada indah mimpi yang tidak sempat kusempurnakan seadanya...'


-R$B-

Parlimen; Isnin 15 Oktober 2012 - 13:23 p.m.


Wednesday, October 3, 2012

SALAM MALAM


...aku samar dikalangan kamu,
di sana mungkin aku ada jika kamu terasa,
di sana juga mungkin aku tiada walau kamu terasa,
aku bayang kamu dalam terang,
dan pabila gelap, aku tinggal kenangan buat kamu,
kamu sering lupa tentang aku,
sedang aku ada di sisi kamu,
selalu...

-RsB-
Salam Malam


Monday, September 24, 2012

AIRMATA PUISI

 
 
...airmata puisiku...
...hanya bercerita tentang liku-liku hidup...
...luka; derita dan terdera...
...bisakah aku diberi kekuatan?...
...sekadar hanya membilas luka yang lama kubiarkan berdarah...
...di lewat bisikan paling dalam...
 
-RsB-


Wednesday, September 12, 2012

NYATA via MIMPI



...dan malam memelukku lembut...


...kabus senja bagai selimut indah yang menutupi tubuh yang rela kedinginan...


...pejamkan mata...


...kitakan tiba di alam mimpi nyata...




-RsB-
13 September 2012 - Khamis

Tuesday, August 28, 2012

AKU CINTA KAMU II (Untuk Isteriku)


~~~Aku cinta kamu~~~
~~~Ibarat senja mendakap malam~~~
~~~Aku cinta kamu~~~
~~~Ibarat malam merindukan siang~~~
~~~Aku cinta kamu~~~
~~~Ibarat siang mendamba petang~~~
~~~Aku cinta kamu~~~
~~~Ibarat senja mengasihi malam~~~


~~~Dalam dakapan selimut sutera~~~
~~~Lewat senja berkabus~~~
~~~Aku hamparkan seluasnya lautan~~~
~~~Kasih dan sayang yang tidak berkesudahan~~~
~~~Seadanya diriku~~~
~~~Selagi takdir menentukan begitu~~~


-R$B-
Putrajaya; 27 Ogos 2012
...Selamat Hari Lahir; Sayang...

Sunday, August 26, 2012

...De' SALAM KEMAAFAN...; 1433H




...setelah sabar membilas dosa dengan sucinya Ramadhan, tiba pula hari kemenangan, hari merafak sembah memohon ampun dan maaf pada Yang Maha Pencipta, ke dua ibu bapa, isteri, anak, sanak saudara, rakan dan taulan. Biar tiada bersua muka, berpeluk dan bersalam, hanya lafaz maaf dari hujung rambut hingga ke hujung kaki saya sekeluarga zahirkan. Atas nama tangisan Ramadhan yang pergi, dan tawa Syawal yang bersua, sudilah kita mengikat erat tali persaudaraan. Maaf zahir dan batin.

-Rizalman, Siti Faraniza dan Nur Iman Musfirah...

Wednesday, August 15, 2012

MERACIK KENANGAN



...Tiga dekat berlalu...
...Masih kekal diingatan...


...Tiba waktu ini...
...Kita sedia meracik kembali setiap kenangan...
...Menjadi serpihan-serpihan kaca...
...Untuk kembali kita susunkan...
...Biar lelah di badai waktu...
...Kenangan tetap merafak kemas di gerobok minda...


...Sampai masa nanti...
...Menjelang siang bertemu malam...
...Tika senja berlabuh di kaki langit...
... Dan kabus menyambung degupnya...
...Kita akan kembali di sini...
...Meratap tiap detik kenangan...
...Nan kita pernah ciptakan bersama...


...Duhai rakan...
...Ingatlah antara kita...
...Ada yang telah pergi menemuiNya...
...Dahulu sebelum kita...
...Sudilah kirimkan lafaz Al-Fatihah...
...Biarpun di angin lalu...
...Buat bekal mereka; aman di sana...


-RsB-
Putrajaya; 26 Ramadhan 1933H